Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) di SMAN 1 Godean Sleman

Main Article Content

Afi Lutfiyati
Masta Hutasoit
Novita Nirmalasari

Abstract

Abstrak


Masalah reproduksi remaja akan menyebabkan malnutrisi atau kurang gizi, pertumbuhan terlambat, penyakit, dan stres. Selama masa pubertas, sekitar 80-90% wanita akan mengalami gejala PMS. Faktor penyebab terjadinya PMS dari faktor gaya hidup salah satunya berkaitan dengan kualitas tidur. Pola tidur yang buruk dapat meningkatkan keparahan dari gejala PMS yang dirasakan. Perempuan yang memiliki kualitas tidur yang buruk berpeluang mengalami PMS gejala sedang hingga berat.


Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian premenstrual syndrome. Metode penelitian dengan Desain penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu 99 siswi kelas XI di SMAN 1 Godean. Pengambilan data menggunakan google form yaitu pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Somer’s. Hasil penelitian menunjukkan pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 17 tahun sejumlah 62 orang (62,6%), kebiasaan menstruasi sebagian besar pada kategori rutin sejumlah 87 orang (87,9%). Kualitas tidur sebagian besar adalah buruk sebanyak 70 (70,7%) siswi Sedangkan kejadian PMS paling banyak pada kategori tidak ada gejala-gejala ringan sebanyak 73 (73,7%). Ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian premenstrual syndrome dengan nilai p=0,001 (OR=7,043; 95%CI=1,542-32,164). Dengan kata lain siswi dengan kualitas tidur buruk akan berisiko7,043 mengalami PMS dengan gejala sedang-gejala berat. Saran peneliti kepada siswi di SMAN 1 Godean jika mempunyai masalah kualitas tidur yang buruk dapat berkonsultasi kepada petugas kesehatan untuk menjaga dan memperbaiki kualitas tidur sebagai upaya pencegahan terjadinya PMS.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles