GAMBARAN SELF-EFFICACY IBU MENYUSUI DI BANYURADEN, GAMPING, SLEMAN YOGYAKARTA

Main Article Content

Nur Rahmawati Sholihah
Dewi Zolekhah

Abstract

Rendahnya pemberian ASI di keluarga menjadi salah satu pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita Masalah utama rendahnya pemberian ASI eksklusif adalah kurangnya pengetahuan akan pentingnya ASI eksklusif, sehingga berpengaruh terhadap perilaku dan motivasi. Self efficacy menjadi sebuah variabel yang penting dalam melakukan pengukuran terhadap proses inisiasi, durasi, dan eksklusifitas pemberian ASI pada bayinya. Mengetahui gambaran self efficacy ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan teknik pengambilan sampel secara secara purposive sampling. Dengan jumlah sampel 32 responden. Rerata skor nilai tingkat self-efficacy untuk pada dimensi kepercayaan interpesonal adalah 35,20 dengan standar deviasi 4,68. Rerata skor nilai tingkat self-efficacy ibu menyusui pada dimensi teknik adalah 19,87 dengan standar deviasi 2,89. Tingkat self-efficacy untuk menyusui pada responden berdasarkan total nilai pada BSES- SF menunjukkan bahwa rerata skor nilai tingkat self-efficacy untuk menyusui adalah 55,075, standar deviasi 7,15. Total nilai terendah adalah 35 sedangkan total nilai tertinggi adalah 70. Mayoritas responden memiliki total nilai antara 53,48 hingga 56,66. Tingkat self-efficacy untuk pada dimensi kepercayaan interpesonal lebih tinggi dari tingkat self efficacy pada dimensi teknik, keyakinan intrapersonal dapat merubah sikap, keyakinan, serta persepsi ibu mengenai tindakan menyusui

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles